Berantakan Parkir Dibayar Ojol atau Konsumen, Ini Jawaban Grab

VIVA   – Eksistensi ojek online membuat hidup masyarakat perkotaan menjadi lebih mudah. Cukup melalui aplikasi ponsel, mereka mampu membeli makanan atau barang minus perlu keluar dari rumah.

Biaya barang yang dibeli dan jasa sudah terpampang di aplikasi tersebut, sehingga konsumen tidak perlu lagi bernegosiasi. Namun, tersedia satu pengeluaran yang tidak dicantumkan, yakni biaya parkir.

Sudah menjadi rahasia umum, kalau di setiap toko selalu ada tukang parkir yang berjaga, baik itu resmi maupun tidak. Tamu rela mengeluarkan uang Rp1. 000 hingga Rp5. 000, demi memperoleh rasa tenang bahwa kendaraan yang diparkir  diawasi oleh petugas tersebut.

Kata soal tarif parkir, baru-baru tersebut media sosial diramaikan dengan tahanan layar percakapan antara konsumen dan pengendara ojol. Si pengendara tersebut memberi informasi, bahwa ia menyingkirkan sejumlah uang untuk membayar parkir.

Namun, konsumen tersebut mengatakan bahwa menurut kebijakan lengah satu penyedia jasa ojol, biaya parkir dibebankan ke pengendara yang menerima pesanan.

Dilansir  VIVA Otomotif  dari laman Twitter  @GrabID, Jumat 17 Juli 2020, kebijakan itu muncul pada tiga tahun lulus. Pihak Grab Indonesia menyatakan, kalau biaya parkir dalam layanan GrabFood ditanggung oleh mitra pengemudi.

Namun kini, banyak yang menanyakan kembali kebijaksanaan itu pada Grab Indonesia. Kala ini, kebijakan yang diterapkan tak lagi seperti itu.

“Untuk biaya parkir ditagihkan kepada pemesan selama mitra pengemudi memiliki bukti transaksi parkir yg sempurna ya kak. Untuk pertanyaan lain silakan DM ya, ” tulis salah satu  admin   akun tersebut.