Terbang Motor Tanpa Pakai Helm Membuat Kamu Penyakitan

VIVA   –  Helm menjelma salah satu peranti yang tetap dikenakan oleh para pengendara motor. Alat ini berfungsi melindungi besar pengendara dan pembonceng, saat merasai kecelakaan lalu lintas.

Ketika pengendara terjatuh dan kepala membentur aspal, helm akan meredam guncangan tersebut sehingga meminimalkan keburukan organ dalam.

Biar aturan sudah ada dan helm banyak tersedia dengan beragam kehormatan serta model, namun masih tersedia saja pemotor yang enggan mengenakannya.

Asas yang dikemukakan bermacam-macam, mulai sejak hanya berkendara jarak dekat atau bikin ribet dan gerah. Real, insiden bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Wahana Honda , Jumat 27 November 2020, ternyata pengendara motor yang kurang memakai helm juga bisa terserang penyakit.

Jenis dengan pertama adalah penyakit konjungtivitis, sebuah kondisi di mana ada peradangan pada area putih pada bola mata. Hal ini terjadi pada pemotor yang tidak mengenakan helm dengan visor atau kaca penjaga.

Mata lebih rawan terinfeksi oleh bakteri, virus, binatang kecil, atau duli. Jika sudah demikian, maka bola mata jadi terlihat lebih merah dibandingkan dengan orang normal.

Solusinya mudah, biasakan menjalankan obat tetes mata untuk menyurutkan iritasi dan peradangan tersebut. Awut-awutan, gunakan helm yang dilengkapi cermin pelindung.

Penyakit ke-2 berhubungan dengan indera pendengaran. Kejadian ini dialami oleh mereka yang senang memacu kuda besi dengan kecepatan tinggi.

Kerusakan ini bisa terjadi akibat perkataan bising dari angin yang menerpa saat motor melaju. Meski sifatnya tidak parah dan bisa disembuhkan, namun bukan berarti penyakit itu bisa disepelekan.